Posisi Media Sosial Facebook Saat ini
Zaman
ini media sosial Facebook menjadi media alternatif untuk memperoleh informasi
bagi masyarakat yang memiliki smartphone.
Selain itu, informasi yag dinikmati dapat langsung di share dengan harapan teman Facebook dapat menikmati hal yang serupa. Jauh sebelum ini trend dilakukan oleh sebagaian besar
pengguna Facebook, diawal nitizen
Indonesia mulai mengenal Facebook, lebih cenderung digunakan untuk memposting
foto pribadi dengan latarbelakang suasana dan tempat yaki untuk menujukkan
situasi dan kegiatan tertentu. Namun, kebiasaan tersebut berhasil dialihkan ke Instagram yang masih satu saham dengan
Facebook.
Facebook kini menjadi
jembatan untuk menebarkan berbagai tema status yang beragam, seperti opini
sosial, laporan kejadian/peristiwa secara cepat, tempat me-viralkan sesuatu dan
lainnya. Mungkin bagi penikmat media sosial untuk sekadar hapy-hapy, akan menutup mata kepada Facebook karena content yang ada tidak lepas dari
hal-hal seputar masalah Agama, politik, sosial, dan ekonomi. Namun, hal ini
akan menjadi semangat bagi pengiat yang ingin mengikuti arus politik dan sosial
di masyarakat.
Selain kencendrungan content yang didominasi sebagai konsumsi
informasi nitizen, facebook juga memunculkan
perang ideologi berbeda terhadap satu sub-masalah. Misalnya masalah politik,
media Mainstream yang hadir di media online,
menjadi faktor penerbit perang ideologi tersebut. Maksud perang Ideologi
yakni ragam komentar nitizen yang
berbeda saat menaggapi berita yang dimuat oleh media online. Dikala media online memprosting
hasil liputan berita tentang kunjugan Jokowi ke Afganistan yang sedang konflik,
dengan foto headline memimpin shalat berjamaah, memunculkan dua
ideologi pandangan berbeda di nitizen.
Tentunya pandangan tersebut meliputi pro dan kontra. Namun hal ini hanya
terjadi pada topik-topik pemberitaan yang dapat diduga memunculkan dua ideologi
pandangan yang berbeda saja.
Komentar nitizen di facebokk tidak bisa dianggap
remeh, walau komentar tersebut tidak mewakili dari jumlah seluruh warga
Indonesia. Namun, kita dapat mengetahui pemikiran nitizen terhadap berbagai pandangan mengenai agama, politik, sosial
dan ekonomi. Bahkan sering media televisi mencantumkan komentar nitizen di media sosial disiaran
beritanya. Akan tetapi, nitizen tidak
sedikit dijumpai dengan komentar yang tidak membangun atau memberi saran saat
adanya perbedaan. Justru menjatuhkan atau menunjukkan kebencian melalui
komentar yang menghina, sehingga pihak yang tidak menerima sikap tersebut
membalas hal serupa sehingga menimbulkan perang komentar di media sosial (facebook).
Hal ini menjadi
peluang besar bagi pihak yang beritikad buruk, untuk memperkeruh keadaan sosial
dan mempengaruhi opini publik. seperti yang telah dilakukan Muslim Cyber Army (MCA) yang
memanfaatkan kegaduhan sosial di masyarakat dengan postingan foto atau berita
yang berunsur provokatif, dengan harapan postingan tersebut viral dan
memperoleh keuntugan secara finansial (iklan).
Apabila benih-benih
seperti MCA ini masih banyak ditemukan di media sosial seperti facebook, maka
peredaran infomrasi di dunia maya, perlu filter yang baik dan benar, tidak
cukup merujuk pada mediamainstream melainkan
keaktifan individu diperlukan dalam menganalisis informasi.

Komentar
Posting Komentar